"Angel, ayo sekolah!" seru kakak.
"Iya kak... Aku bangun, nih," balasku, lalu aku pun mandi.
"Kalau udah mandi, cepetan kamu langsung ganti baju, terus sarapan. Kata papa, sarapannya yang cepet, soalnya papa ada meeting dengan orang luar negeri." terang kakak. Aku mengangguk saja, lalu segera mandi. Beberapa menit kemudian, aku selesai mandi dan sudah selesai berganti baju.
"Selamat pagi, Angel. Mana senyumannya?" canda mama. Aku pun tersenyum terpaksa melihat jengkol, makanan yang kubenci. Aku tidak pernah memakannya.
"Sudahlah, makan saja," kata mama.
"Aku nggak suka jengkol, ma," ujarku.
"Rasanya pasti enggak enak! Melihatnya saja aku enek, ma," sambungku.
"Makan saja. Kakak, mama, papa, dan semua keluargamu suka, kecuali kamu. Ini kan, makanan khas Betawi. Kamu asal Jakarta, kan? Makan saja, pasti enak!" jelas mama.
"Hmm, yasudah, tapi terpaksa, ya, ma," jawabku.. Aku perlahan mencobanya.
"Enak, ma!" seruku tersenyum lebar.
"Nah, makanya, jangan gak mau dulu, tapi kamu harus mencobanya. Mama yakin, kamu pasti suka sama makanan ini." Mama ikut-ikut tersenyum.
"Iya, ma. Aku mau bawa bekal jengkol, ah!" kataku sambil mengambil jengkol terus menerus. Enak sekali! Mama pun membekalkan jengkol untukku. Tidak pakai nasi, enak sekali rasanya. Tapi, untuk hari ini saja. Hari lain, harus memakai nasi.
Aku benci jengkol, tapi setelah mencobanya, aku suka jengkol! Maka, judul cerita ini 'Benci Jadi Suka'.
Selesai!
No comments:
Post a Comment