17 April 2014

Be A Butterfly

Hallo, kali ini aku mau bikin cerita judulnya Be A Butterfly. Terjemahannya: Menjadi Kupu-Kupu. Mau tahu?
Perkenalkan! Namanya Alanna Syarifah Namira, kalian panggil dia Lana, oke? Lanjut ke cerita.

"Lana! Bangun, sayang! Sudah pagi. Katanya janjian dengan Adinda ingin menangkap kupu-kupu di danau," seru ibu.
"Iya, bu, Lana mau nangkep kupu-kupu di danau, Lana bangun nih bu," balas Lana, lalu segera beranjak mandi. Byurr... pagi ini, suasana dingin sekali, membuat rasa kantuk Lana hilang seketika.
"Lana, Adinda sudah datang, tuh! Cepatlah, ganti baju dan sarapan dulu! Yang cepat, ya," kata ibu.
"Adinda? Mana, bu? Bukannya dia datang jam 8 nanti, ya? Kok, jadi jam 7 begini?" tanya Lana acuh tak acuh mendengar kata 'Adinda'.
"Tuh, ada di sofa. Ganti baju dulu. Bawa toples untuk menaruhnya!" teriak ibu. Lana hanya mengangguk, lalu mencari toples di rak lemari dapur. Lana menemukan sebuah toples berdebu. Ia pun mencucinya.
"Sudah, Lana? Cepat, Adinda sudah menunggu!" kata ibu. Lana mengangguk lagi, lalu segera beranjak ke sofa. Mengajak Adinda ke danau.
"Adindaa! Ayo, cepetan. Nanti kupu-kupunya terbang ke hutan. Soalnya danau Ligs dekat hutan," ucapku. Adinda mengangguk cepat. Kami pun berpamitan, lalu segera pergi ke danau.

Sesampainya di danau Ligs...

"Eh, Lan, apa kita lomba untuk mendapat kupu-kupu terbanyak? Yang terbanyak akan mendapatkan hadiah dari yang kalah. Maksimal memberikan hadiahnya 3 hari setelah hari ini," usul Adinda licik. 
Ternyata, dia sengaja membuat jebakan juga agar Lana kalah. Jebakannya, kupu-kupu itu diambil Adinda dan dimasukkan ke tas plastik berwarna hitam, dan Adinda juga ingin Lana kewalahan mencarinya. Lihat saja nanti, Lana! Kau akan kalah, pikir Adinda licik.
"Ayo!" balas Lana mengangguk. 
Uh, betapa bodohnya Lana karena menerima ajakan Adinda... Adinda tersenyum kecut mendengar Lana menerima ajakannya yang super duper tidak terpuji sama sekali. Adinda pun mulai beraksi saat ada dibalik pohon rindang besar. Ia memasukkan 3 kupu-kupu ke dalam toplesnya. 
Lana belum juga mendapatkan 1 kupu-kupu. Melihat Adinda sudah mendapatkan 3 kupu-kupu, Lana heran. Padahal setahunya Adinda tidak bergerak jauh darinya. Setelah itu, Adinda langsung berlari ke pohon rindang lainnya. Ia memasukkan 2 kupu-kupu kedalam toplesnya. Sisa kupu-kupu itu masih ada 5. 
Lalu, Lana langsung mencari kupu-kupu di semak-semak didekat Adinda, mungkin masih ada kupu-kupu lainnya. Adinda kembali berlari ke jalur masuk hutan, lalu memasukkan kelima kupu-kupu itu kedalam toplesnya. 5 menit kemudian, waktu selesai. Lana hanya mendapatkan 3 kupu-kupu. 
Adinda? 10 kupu-kupu! Lana terheran-heran melihatnya. Lana pun segera bertekad untuk mengalahkan Adinda dengan waktu 5 menit lagi, tapi sayangnya Lana mendapatkan 1 kupu-kupu. 
Waktu selesai 1 menit lagi. 
Dan.. tiba-tiba, ada 3 kupu-kupu beterbangan didepan wajahnya. Melihat itu, Lana langsung menangkapnya, lalu memasukkannya. Waktu selesai. Yang menang adalah... Adinda. Lana sangat sedih, biasanya ia selalu menang jika dalam hal menangkap kupu-kupu. Lana terheran-heran. Mereka melepaskan kupu-kupu itu kembali ke alam. Tiba-tiba, ada peri danay Ligs bernama Fall sedang melihat semua kelakuan mereka. 
Melihat Adinda curang, peri Fall sangat marah. Ia pun mengutuk Adinda menjadi kupu-kupu. 
SLING! Adinda berubah wujud menjadi kupu-kupu dalam sekejap. Lana, dipingsankan dahulu, supaya tidak syok. Dengan sihir peri Fall, tiba-tiba saat Lana bangun ia tidak syok jika Adinda menjadi kupu-kupu. Jika ingin besar, peri Fall mengubahnya menjadi peri. Adinda berjanji, ia tidak akan curang lagi. Peri Fall memaafkannya, tetapi tidak mau mengubahnya menjadi manusia karena kecurangannya.
Selesai!
Hope you like it, yaww??

No comments:

Post a Comment